Dieng… Dieng…

Main ke pegunungan, boleh juga. Nyari suasana baru nih, klo kemaren habis jalan Рjalan ke pantai. Wisata dataran tinggi bisa jadi pilihan lain :D , rencana sih pengen ke daerah karanganyar. Rencana tinggal rencana, kita lebih mantap memilih dieng sebagai pilihannya.  Berangkat dari Yogyakarta sekitar 1/2 delapan, dengan personel delapan orang kita berangkar menuju ke dieng via temanggung. Karena harus menjemput teman yang tahu seluk beluk mengenai dieng, selain dia yang tahu jalan, emang kita mau numpang di rumah saudaranya.. (Dasar ga modal :D ). Sampai di temanggung sekitar pukul 10 an, perjalanan langsung kita lanjutkan. Kita memilih jalur melalui jlumprit tidak lewat kota wonosobo, karena lebih dekat. Pilihan ini bukan tanpa konsekuensi, meskipun memang lebih dekat tapi jalur yang kita lewati cukup terjal. Hampir semua jalur adalah tanjakan yang tinggi dan panjang, bisa jadi ajang pengujian terhadap performa motor Рmotor kami.. :D

Setelah perjalan cukup lama, kita memutuskan beristirahat di gardu pandang, entah daerah mana yang jelas pemandangannya indah banget. Setelah puas menikmati pemandangan perjalanan pun kita lanjutkan. Sekitar pukul satu kita udah sampe daerah dieng, dan langsung menuju tempat dimana kita numpang. Kawasan wisata pertama yang langsung kita kunjungi adalah kompleks candi arjuna, karena letaknya ga begitu jauh dari tempat kita tinggal kita jalan kaki aja menuju lokasi, selain ngirit BBM, ngirit parkir juga bebas biaya masuk …(Dasar…).

Pengalaman Mencari Makan

Ada kisah unik saat kita mencari makan siang setelah dari kompleks candi arjuna, kita nyari warung sampai keluar kabupaten dengan berjalan kaki. (Jangan kaget dulu, posisi dieng memang terletak di kabupaten Banjarnegara bagian timur dan berbatasan langsung dengan kabupaten Wonosobo). Setelah mencari – cari, kami putuskan untuk makan di kompleks pemberhentian truk. dengan harapan kita mendapat harga yang murah (biasanya kan warung – warung untuk sopir – sopir itu kan murah meriah, enak dan banyal :D ). Warung pertama kita kunjungi, yang jual beralasan klo nasinya belum matang, soalnya tadi habis dapat pesanan katering. Kita pun berpindah ke warung sebelahnya, sang empunya warung mempersilahkan dan kita disuruh menunggu sebentar. Ternyata yang punya warung malah pergi ke warung sebelah yang kita datangi pertama untuk meminjam nasi..lah piye tho iki…

Sambil menunggu kita pesan minuman, ada yang lucu nih dari temenku. Ketika yang lainnya memesan minuman panas dan hangat, karena memang suhu udara dieng yang dingin. Eh..bisa – bisanya pesen minuman dingin:D. Akhirnya nasinya datang juga, saat pertama di tanya pakai lauk apa? sejenak kita bingung, untung ada salah satu temen yang nanya, “Emang lauknya apa pak?”. sang penjual, “ayam apa telur?”. klo pakai ayam berapa pak? klo pake ayam yang besar 12 ribu mas, klo ayam yang kecil delapan ribu. Klo pakai telur berapa pak? klo telur enam ribu. Pakai telur aja pak.. Langsung kita semua memilih idem, yaitu pakai lauk telur. Dasar mahasiswa, kayak gitu kok rencana main ke dieng pengen dengan biaya yang minim :D . Untung aja ada temen yang nanya, klo ga, bisa – bisa kita makan abis 13 ribuan…hehehehe,,,

Malam hari di dieng

siang berganti malam, terang berganti gelap dan rasa dingin kian menjadi – jadi.. bbrrrrr,,begitu dinginnya (atau karena belum terbiasa ya) sampai – sampai memakai pakian berlapis lapis. Malam semakin larut dan bau aneh mulai tercium, seperti bau bangkai yang cukup menusuk. Oooo,,inilah yang disebut dengan belerang.

Pagi hari di dieng

Bangun pagi untuk sholat subuh, kita dihadapkan dengan tantangan untuk bersinggungan dengan air yang super dingin.hhrrrrrr,,,cahaya matahari mulai menelisik di balik perbukitan, kita pun memutuskan untuk berjalan – jalan di sekitar lingkungan tempat nginep. Karena masih dingin, saat kita ngomong, mulut kita sampai mengeluarkan asap..hihihi,,

Target Berikutnya

setelah beres – beres, packing dan bersiap meninggalkan tempat menginap. Target wisata berikutnya adalah kawah sikidang. Dengan bantuan keponakan temen saya, kita mendapatkan free pass untuk masuk ke kawasan wisata..(ckckckck, emang ga mau modal nih)…

Dan target terakhir adalah telaga warna, kali ini kita harus benar – benar keluar biaya dari kocek kita masing – masing. Sekitar setengah jam kita menikmati keindahan telaga warna, kita putuskan untuk pulang karena mendung telah menggelayut pekat di langit dieng plateu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>