Agar Doa Dihijabah

1. Ikhlas
dalam berdo’a haruslah semata – mata mencari ridho Allah
kewajiban kita berdo’a hanya kepadaNya hasil kita serahkan kepada Allah, Allah Yang Maha Mengetahui karena itulah hanya Dia yang tahu persis hikmah pantas dan tidak pantas do’a itu dikabulkan untuk kita.
“Berdo’alah kepada Allah dengan ikhlas semata – mata mencari keridhoan Allah”

2. Khusnudhon

berbaik sangka dalam urusan dikabulkan dan tidak dikabulkannya do’a. Kadang kita memandang sesuatu itu baik tapi menurut Allah belum tentu baik, kadang kita memandang sesuatu itu buruk tapi menurut Allah itu baik. Oleh karena itu baik sangka adalah salah satu bagian etika dalam berdo’a

Allah berfirman dalam hadits qudsi : “Aku bagaimana praduga hambaku, kalau hambaku itu berbaik sangka maka kebaikan untukmu. Karena itu janganlah kau berprasangka kepada Allah kecuali prasangka yang baik”

Allah Maha Baik karena itu keputusan Allah adalah yang terbaik untuk hambaNya.
Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka keputusanNya karena kasih sayangNya kepada kita. Maha Suci Allah

Maka sebagai hamba Allah yang beriman haruslah senang berdo’a dan senang menerima keputusan do’a, karena semua itu adalah yang terbaik.

3. Taat Kepada Allah
barang siapa ingin do’anya ingin dikabulkan oleh Allah maka ia harus taat kepada Allah
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah:186)

bagaimana dikabulkan do’a orang yang tidak taat yang banyak melakukan kemaksiatan,sementara ia berdo’a kepada Allah yang telah dia maksiati.

oleh karena itu jika ingin dihijabah do’a kita maka marilah kita sungguh – sunguh bertakwa kepada Allah, semoga Allah menjawab atas segala do’a kita.

4. Yakin
Keyakinan karena keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT membuat keyakinan yang bulat, dari keyakinan yang bulat inilah yang membuat do’a kita dihijabah oleh Allah SWT.
Kalau orang melakukan kemaksiatan, bagaimana ia bisa yakin. Orang yang berdusta berarti ia tidak yakin bahwa Allah mendengar ucapan dusta itu lalu dia berdo’a kepada Allah, bagaimana Allah bisa mendengar do’a pendusta

dari Abu Hurairah, Rasulallah SAW bersabda : “Berdoalah kalian kepada Allah dan hati kalian yakin do’a kalian akan dihijabah oleh Allah”

“Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak menjawab do’a sedangkan yang berdo’a hatinya lalai”(HR. Tirmidzi dan Thabrani)

orang yang lalai tidak memahami dan menghayati doanya.

5. Harta yang bersih
jika ingin do’a dihijabah oleh Allah maka harta harus bersih, harta disini yang dimaksud segala sesuatu yang kita miliki,kita pakai dan kita makan. Maka makanan dan minuman pun harus bersih dari yang haram.

Ada kisah seseorang yang sedang berdo’a, kesannya sangat khusyu’, menangis tersedu – sedu lalu ada seorang sahabat Rasulullah berkomentar : “Ya rasul pasti do’a orang itu dihijabah oleh Allah”, kemudian Rasulullah SAW tersenyum mendengar ungkapan sahabat tersebut seraya berkata :”Jibril memberitahuku bahwa do’a orang itu tidak dihijabah oleh Allah”, kemudian sahabat mengatakan :”Ya rasulullah dia menangis, dia khusyu’ dalam berdoa”, kemudian rasulullah Menjawab :”itu menurutmu, itu kesanmu dia berdo’a dengan khusyu’, tapi kamu tahu tidak bahwa yang dia makan dari yang haram, pakaian yang dia pakai dari hasil mencuri, bagaimana mungkin Allah menjawab do’a dari orang yang banyak makan dari yang haram”

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Perbaikilah makananmu, maka do’amu akan dihijabah oleh Allah”

Maka mari kita bersihkan, halalkan hidup kita dengan mencari rizki yang halal, membelanjakan pada yang halal dan menunaikan kewajiban kita untuk berzakat, bersedekah.

6. Merengek dalam berdo’a
dalam berdo’a hendaklah kita merengek, karena yakin do’a kita didengar oleh Allah maka kita harus benar – benar meminta, merengek, merintih, sungguh – sungguh dalam kekhusyu’annya dalam berdo’a

“Sesungggunya Allah menyukai orang yang merengek / merintih dalam berdo’a karena kekhusyu’annya”

7. Etika dalam berdo’a
syarat terakhir adalah etika ketika berdo’a yaitu mengangkat kedua tangan.
“Sesungguhnya Rabbmu Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dan malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknyya dengan tangan hampa dan kecewa”(HR. Abu Dawud no. 1488, al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan, Shahih al-Jami` no. 2070)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>