Adab – adab dalam berdoa

Ketika kita meminta bantuan kepada orang lain haruslah memakai suatu etika , agar yang dimintai bantuan mau membantu kita. Maka ketika kita memohon sesuatu kepada Allah Yang Maha Mulia, haruslah menggunakan etika / adab yang baik. Berikut disebutkan Adab dalam berdo’a

1. Dianjurkan bagi seorang muslim berwudhu’ sebelum berdo’a

Hadits riwayat Abi Musa Al-Asy’ari bahwa Nabi SAW setelah selesai perang Hunain dan disebutkan padanya : Maka beliau memerintahkan untuk mengambil air, lalu beliau berwudhu’ denganya, kemudian barulah beliau mengangkat tangan dengan mengatakan : “Ya Allah ampunilah Ubaid bin Amir”, dan aku melihat putihnya kulit kedua ketiak beliau. (HR. Bukhari no. 4323 dan Muslim no. 2498)

2. Mengangkat tangan saat berdo’a

“Sesungguhnya Rabbmu Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dan malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknyya dengan tangan hampa dan kecewa” (HR. Abu Dawud no. 1488, al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan, Shahih al-Jami` no. 2070)

3. Menghadap kiblat

Diriwayatkan oleh al-Bukhari bahwa Rasulullah SAW menghadap kiblat lalu berdo’a untuk kebinasaan kafir Quraisy. (HR. Bukhari no. 3960)

4. Memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Rasulullah SAW sebelum berdo’a

Berdasarkan sabda Nabi SAW : “Setiap do’a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi” (HR. Ath-Thabrani di dalam kitab al-Ausath,dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami’ no. 4523)

5. Mengakui dosa dan kesalahan

“Bahwa tiada rabb yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang – orang yang berbuat zalim” (QS. Al-Anbiya:87)

6. Bersikap merendah, khusyu’, penuh harap dan cemas

“Sesungguhnya mereka adalah orang – orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan – perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang – orang yang khusyu’ kepada Kami” (QS. Al-Anbiya:90)

7. Menghadirkan hati saat berdo’a

“Berdo’alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah! sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu do’a dari hati yang lalai lagi lengah” (Shahih at-Targib no. 1653)

8. Tegas dalam berdo’a dan teguh dalam memohon kepada Allah

“Janganlah seorang mengatakan dalam do’anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau mengehndaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, maka hendaklah dia teguh dalam berdo’a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci” (Shahih Abu Dawud no. 1316)

9. Berdo’a dengan suara yang lembut

“Berdo’alah kepada Rabbmu dengan merendah diri dan suara yang lembut” (QS. Al-A’raf:55

10. Tujuan seorang berdo’a harus baik

Berkata Musa : “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku”. Dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, yaitu Harun, saudaraku. Teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami” (QS. Thaha: 25-35)

11. Menampakkan keluhan dan kebutuhannya kepada Allah
Yaq’ub menjawab : “Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya” (QS. Yusuf:86)

“Dan ingatlah kisah Ayyub, ketika dia menyeru Rabbnya : “(Ya Tuhanku),sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang diantara semua yang Penyayang.”” (QS. Al-Anbiya:83)

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. al-Qoshos:24)

12. Memohon kepada Allah segalah sesuatu baik perkara – perkara yang kecil atau yang besar

“Mintalah kepada Allah segala sesuatu walaupun hanya sekedar tali sandal sesungguhnya, Allah SWT seandainya tidak memudahkan suatu urusan niscaya dia tidak akan menjadi mudah” (HR. Ibnu Sunni dalam Kitab ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah: 356 dan di dhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab adh-Dha’ifah:1362)

13. Berdo’a dengan memulai untuk dirinya
“Ya Rabb kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan keimanan.” (QS. al-Hasyr:10)

Dan rasulullah SAW jika menyebut nama seseorang dan berdo’a baginya, beliau memulainya dengan berdo’a untuk dirinya. (Dihsahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami’ no.4733)

14.Tidak berdo’a untuk kebinasaan keluarga, harta dan jiwa.

“Janganlah kalian berdo’a untuk kebinasaan diri kalian, janganlah berdo’a untuk kebinasaan anak – anak kalian, dan jangan pula berdo’a untuk kebinasaan harta – harta kalian, jangan – jangan saat kalian berdo’a tersebut adalah saat dikabulkannya permohonan sehingga Dia mengabulkan do’a kalian” (HR. Muslim no.3009)

15. Berdo’a untuk saudara – saudaranya yang seiman

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. “ (QS. Muhammad:19)

Ali Ra berkata, Rasulullah SAW lewat ketika aku sedang mengucapkan do’a : “Ya Allah, rahmatilah aku”. Lalu beliau menepuk pundakku seraya berkata, “Berdoalah juga untuk umum (kaum muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya perbedaan antara doa untuk umum dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi.” (HR. Ad-Dailami)

16. Tidak membatasi rahmat Allah kepada orang tertentu ketika berdo’a

Abu Hurairah dia berkata : Rasulullah SAW bangkit berdiri untuk melaksanakan shalat maka kamipun bangkit bersamanya, lalu seorang badui berkata saat dirimya sedang shalat : “Ya Allah curahkanlah kasih sayangmu kepadaku dan kepada Muhammad dan janganlah Engkau menyayangi selain kami berdua.” Saat Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau menegur orang badui tersebut : “Sesungguhnya engkau telah membatasi sesuatu yang luas (yang dimaksud adalah rahmat Allah).” (HR. Bukhari no. 6010)

17. Yakin dengan dikabulkannya do’a

“Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.” (HR. Ath-Thabrani)

18. Berdo’a dalam setiap kondisi

“Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do’a saat nyaman” (Silsilah ash-Shahihah:593)

19. Berdo’a dengan kalimat yang jelas tanpa dipaksakan

20. Memilih nama – nama dan sifat – sifat Allah yang sesuai dan cocok dengan kondisi do’a,

seperti : “Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku”

21. Tidak berdo’a dengan sesuatu kesyirikan

22. Tidak berdo’a untuk sesuatu yang mustahil, seperti kekal hidup didunia.

23. Tidak memaksakan diri untuk bersajak saat berdo’a

24. Tidak berdo’a agar seseorang terjerumus dalam perbuatan dosa.

seperti berdo’a agar seseorang kecanduan minuman keras.

25. Tidak berdo’a dengan tujuan jahat.

seperti berdo’a memohon kemenangan dalam berjudi, memohon harta untuk kemaksiatan.

26. Tidak perlu merinci kebutuhan dengan perincian yang tidak diperlukan ketika berdo’a

27. Tidak berdo’a denganYa Allah aku tidak memohon kepadaMu untuk menolak ketentuan yang telah Engkau tetapkan atasku (Qodho’-Mu) akan tetapi aku memohon kepada-Mu agar Engkau bersikap lembut pada ketentuan tersebut”

28. Tidak menggantungkan do’a dengan kehendak Allah ta’ala.

Seperti berdo’a dengan mengatakan: “Ya Allah, ampunilah aku jikalau Engkau menghendakinya.”

29. Tidak berlebihan dalam meninggikan suara.

Sumber :
diintisarikan dari majalah adz-Dzakhiirah al-Islamiyah vol.8 no.5 edisi 59 – 1431/2010 hal 43-48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>