Tren baru dalam rekruitmen kerja

Mungkin kita masih ingat ketika kita masih belajar di bangku pendidikan seperti SD, SMP dan SMA dimana di dalam salah satu mata pelajaran, klo ga salah inget sih bahasa indonesia. Kita disuruh untuk membuat suatu surat lamaran kerja, kita disuruh untuk mencari lowongan kerja dari surat kabar harian. Biasanya iklan lowngan kerja terletak di kolom iklan baris. Kita disuruh memilih salah satu, terus kita disuruh membuat sesuai dengan format yang sudah bapak / ibu guru contohkan. Dari penulisan Kepada, keperluan sampai lampiran dan segala perlengkapannya. Dengan bahasa yang harus benar – benar baik dan sopan, singkat, padat dan jelas maksud dan tujuannya. Ada satu keharusan ketika kita membuat surat lamaran kerja, yaitu ditulis tangan, dengan model tulisan halus (menulis halus) atau biasa kita sebut dengan tulisan latin. Tentunya kalau ingin mengalahkan kompetitor lainnya tulisan tangan kita harus benar – benar rapi.

Meskipun model rekruitmen kerja melalui surat kabar atau pun lewat mulut – mulut bahwa disuatu tempat sedang ada lowongan pekerjaan saat ini masih ada, namun hal itu sudah mulai bergeser ke model lain. Semakin merakyatnya dunia internet telah menggeser pola rekruitmen kerja, seperti kita tahu bahwa dunia internet sekarang sudah layaknya menu wajib bagi kita tiap hari. Bagaimana di internet banyak bertebaran situs – situs yang berisikan informasi lowongan kerja. Apalagi dengan menjamurnya jejaring sosial yang akhir – akhir menyibukkan manusia dari yang kecil sampai yang tua, dari yang pengangguran sampai yang sibuk dengan kerjaan tidak lepas dari euphoria situs jejaring sosial. Disebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 200 situs jejaring sosial yang aktif, dan tentunya kita tahu situs jejaring sosial mana yang saat ini sedang tren di indonesia. Tentunya hal ini tidak disia – siakan perusahaan yang ingin merekrut pekerja, dari ada jejaring sosial di atas tentunya dalam skala internasional bisa kita simpulkan bahwa perusahaan mempunyai 200 tempat untuk menyebarkan informasi mengenai lowongan pekerjaan.

Tentunya bagi para pecinta jejaring sosial sudah tahu begitu banyak group – group yang menyediakan informasi lowongan kerja. Dengan adannya layanan – layanan seperti itu memungkinkan kita para pencari kerja mendapat informasi yang sangat besar melalui media internet ini.

Perusahaan – perusahan pun kini tak mau ketinggalan belajar menggunakan jejaring sosial untuk memberikan informasi kepada siapa pun serta menjalin jaringan yang luas. Jadi ketika perusahaan menginformasikan rekruitmen pekerjaan, para pencari kerja bisa secepatnya mengetahui dan mempelajari mengenai perusahaan yang menawarkan pekerjaan berikut dengan detail mengenai posisi pekerjaan yang ditawarkan. Begitu pun juga dengan perusaahan, dimana perusahaan juga bisa dengan cepat mengakses informasi mengenai para pencari kerja yang mendaftar yang telah tergabung dalam jaringannya. Pola interaksi inilah yang menggeser model – model konvensional, karena tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Informasi yang begitu cepat pun menjadikan para pencari kerja untuk terus dan terus membuka mata pada informasi – informasi yang disampaikan perusahaan dari postingan dan upadate status pada jejaring sosial. Maka disana ada kompetisi akses terhadap informasi.

Profil Digital

Adanya jejaring sosial ini tentunya lebih membantu perusahaan dalam menentukan layak dan tidaknya para calon pekerja yang mendaftar dari pada pada para pelamar yang mendaftar melalui web site resmi tanpa terdaftar dalam jejaring sosial. Hal ini dikarenakan dalam jejaring sosial pelamar tentunya terkait dengan beberapa teman yang dari sana bisa diketahui kualitas pelamar dari pola komunikasi atau lainnya. Bagi para pelamar, hal ini tentunya harus menjadi hal yang diperhitungkan. Sehingga tidak menampilkan hal – hal yang bisa menjatuhkan pribadinya dari hasil tingkah laku yang dia perlihatkan di jejaring sosial. Jadi para pelamar seharusnya bisa menggunakan jejaring sosial ini untuk membuktikan diri mereka dan sebisa mungkin untuk menghindari hal yang bisa mebuat buruk citra mereka.

Dengan dimulainya pola rekruitmen berbasis elektronik seperti ini maka surat lamaran kerja seperti yang saya gambarkan di pembukaan tulisan ini hampir tidak diperlukan lagi. Para pelamar bisa langsung mengirim file CV dan Syarat lainnya dengan email atau bisa menggunakan form yang telah disediak oleh perusahaan di web site resmi mereka. Jadi salah satu kompetisi yang terjadi selain syarat  dan ketentuan perusahaan adalah kompetisi dalam mendapatkan informasi dan keahlian dalam menggunakan internet khususnya urusan surat menyurat. Bagi yang tidak begitu menguasai dalam urusan internet maka disana dia akan ter eliminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>