Menelusuri Jejak Digital

Di perkembangan teknologi informasi khususnya media internet yang begitu pesat saat ini, informasi apa sih yang tidak dengan mudah bisa kita dapat?  Internet memberikan kemudahan kita untuk mendapatkan hampir semua informasi yg kita butuhkan, dari ilmu pengetahuan, alamat, hingga belanja pun bisa kita lakukan. Maka tak ayal kegiatan yang sering kita lakukan di dunia maya ini bakal meninggalkan jejak, yang mungkin tanpa kita sadari jejak jejak yang kita tinggalkan ternyata bisa menjadi sesuatu hal yang berharga / dibutuhkan oleh orang lain.

Mungkin di awal perkembangan internet, jejak digital masih sulit kita ungkap siapa yang empunya jejak. Pernah dengar istilah “On the Internet, nobody knows you’re a dog“. Yaappp, tentunya kita masih ingat betapa populernya istilah chating, khususnya untuk penggemar MIRC, dimana kita tidak tahu secara pasti dengan siapa kita sedang menjalin komunikasi, bisa saja lawan bicara kita mengaku cewek tapi ternyata sebenarnya dia adalah cowok. Betapa sulitnya kita untuk melacak siapa jati diri mereka, karena kebanyakan yang digunakan adalah identitas bayangan alias bukan identitas sebenarnya. Namun seiring berkembangnya layanan internet khususnya jejaring sosial semakin mempersempit kemungkinan kemungkinan itu. Selain itu banyak aktivitas yang mengharuskan kita meninggalkan identitas asli kita, seperti ketika kita akan memberi komentar di blog, melakukan transaksi jual beli di sebuah forum, yang ternyata aktivitas – aktivitas tersebut ter-indeks oleh mesin pencari terhebat saat ini google.

Maka tidak sulit lagi bagi saya ketika membutuhkan informasi seseorang, tinggal saya ketikkan indetitas seseorang yang saya cari, maka tanpa menunggu lama informasi sudah saya dapatkan.

Namun dari itu semua kebanyakan yang berperan memberikan informasi kepada kita adalah jejaring sosial, kalau dulu kita kenal friendster kali ini kita di suguhi informasi lengkap dari situs – situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, koprol, tumblr dan lainnya.

Hanya dengan satu halaman facebook saja kita bisa mendapatkan banyak informasi tentang sesorang dalam waktu cepat daripada kita harus berkenalan langsung dan menyakan hal yang ingin kita tahu, kita bisa menyelidiki seseorang bak detektif partikelir…hehehehehe… Katakanlah dalam satu halaman profil facebook, kita sudah bisa tahu agamanya apa, dia dulu sekolah dimana, hari ulang tahun nya kapan, tinggal di kota mana, apa hobby nya, apa buku favoritnya, apa film favoritnya, apa musik favoritnya. Bahkan bisa juga kita dapat deskripsi singkat tentang dirinya. Klo beruntung kita bisa mendapatkan no. hp nya sekaligus. Huehuehuehue… Hebat kan jejaring sosial ini. Memang dengan adanya jejaring sosial ini memepersempit kita untuk membuat akun bayangan, karena jika diragukan keasliannya maka tidak banyak teman yang bisa dia dapat.

Dengan kemudahan informasi yang kita dapat, maka bukan tidak mungkin kita pun bisa mencari jodoh melalui dunia maya ini. hehehehehe Tinggal kita lihat dari aktivitasnya di facebook, komentar – komentar apa yang dia berikan terekam di dinding facebook. Apa kegiatan dia bersama teman – temannya, bisa kita perhatikan dari photo – photo yang dia upload maupun photo hasil tag dari teman. Seberapa responsifkah dia terhadap suatu keadaan, bisa kita perhatikan dari status – status yang dia tulis.Bahkan (mohon mohon maaf ini) kita bisa tahu kecenderungan seksual orang tersebut.

Jika informasi dari facebook bisa kita jadikan acuan untuk memilih pasangan, maka tak ayal pun informasi itu juga bisa digunakan perusahaan – perusahaan untuk mengetahui profil para calon pegawainya atau sekedar memantau aktivitas para karyawannya. Bisa jadi informasi – informasi dari jejak digital yang kita tinggalkan menjadi salah satu pertimbangan.

Selain facebook,mungkin yang sedang tren saat ini di Indonesia adalah twitter. Dari sana kita bisa lihat seberapa seringkah seseorang melakukan update status. Semakin banyak berarti semakin sering dia ng-tweet dan jika kita mau menelusuri setiap jengkal aliran linimasa (timeline) nya maka semakin mungkin kita bisa memahami karakter seseorang tersebut. Karena sejaim apa pun dia di dunia nyata, kadang tidak bisa menahan untuk mengungkapkan sesuatu secara blak – blak an di dunia maya. Betullll???? (Gaya Zainudin MZ). Yang di dunia nyata bisa menyembunyikan kegelisahan dan kegalauannya, tetapi tidak di tempat ini. Yang di dunia nyata orangnya pendiem tetapi ketika kita lihat jumlah tweetnya udah sampe ribuan dalam jangka waktu baru beberapa bulan, yang bisa menjadi indikasi bahwa bisa jadi dia cerewet. Hahahahahaha….

Jika anda adalah orang yang aktif di dunia maya, maka berhati hatilah terhadap jejak digital yang anda tinggalkan. Karena sekalinya jejak digital anda terekam oleh google maka bisa jadi jejak itu akan ada terus,,, hehehehehe.. mungkin lho ya. Yang jelas tinggalkanlah jejak yang baik. Meskipun jejak digital bukanlah satu satu nya ukuran, tapi bisa jadi sebagai jalan lain untuk melihat seseorang dari sisi yang berbeda. So, entah di dunia nyata maupun dunia maya jika itu menyangkut pribadimu tinggalkanlah jejak yang baik.

Oh iya, mengenai istilah “On the Internet, nobody knows you’re a dog” bukan berarti dengan semakin terbukanya informasi karena tuntutan jejaring sosial untuk mencantumkan informasi yang sebenarnya, terus menjadikan istilah tersebut tidak berlaku begitu saja. Mungkin kalau awal perkembangan internet isitilah itu bisa di katakan mutlak, tetapi tidak untuk hari ini. Jadi tetap berhati – hatilah menyaring informasi dari derasnya arus informasi yang mengalir.

“Silakan mengecek seberapa banyak jejak digital yang anda tinggalkan di dunia maya ini, selamat bernostalgia…huehueheueue”

 

Comments

  1. By imam

    Reply

  2. By Ami

    Reply

  3. By Andris

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>