Sabtu malam dan mensoal meng-adzan-i bayi

Sabtu malam minggu tanggal 17 kemaren saya dan teman – teman datang kerumah salah satu teman yang sedang berbahagia karena keluarga kecilnya semakin lengkap dengan hadirnya si bayi mungil perempuan ditengah – tengah mereka, (Selamat ya Kang Ayun, Allahumma barik fih). Saat di undang untuk datang ke acara syukurannya saya menyangkanya hanya syukuran biasa, kumpul sama temen – temen untuk berbagi kebahagian sekaligus sedekah perut untuk kami – kami yang sedang dalam kegalauan menyandang status baru pasca kelulusan (sama2 penganggurannya di rasa2 kok lebih bermartabat klo statusnya itu mahasiswa… hahahahahaha). Yah kami pun berangkat seadanya, ga banyak yang berpakaian resmi ala kondangan, kecuali yg perempuan, resmi ga resmi mereka tetep kelihatan resmi.

Sesampainya di sana ternyata… (jeng jeng), ternyata acaranya resmi bro, acara aqiqohan + pengajian.  Saya ga sempet mikir kalau malam itu malam aqiqohannya karena 7 harinya udah kelewat. Udah malam itu datangnya telat, berombongan, rame pula, begitu datangpun langsung nyerang makanan… hehehehehe (dasar para mantan2 mahasiswa ini).Dan yang paling bikin aku kurang nyaman waktu itu kostum yg aku pake, secara aku pake celana jeans, kaos oblong item udah agak lusuh, tas samping + plus sandal jepit.. ga sopan banget kan tuh?? hehehehehe

Tapi alhamdulillah sepertinya ga ada yang protes dengan penampilanku malam itu, terlihat dari pandangan para hadirin yang tidak terfokus padaku… hihihihihihi. Makan selesai acara pun di mulai,, jeng jeng… jangan2 acara belum di mulai mulai gara2 nunggu rombongan kami datang. (hadeehhh makin ga enak).. Acara berlanjut sampai tiba waktunya tausyiah dari ustad, materinya bagus, ringan tapi mengena, dengan bahasa yg mudah di mengerti dan contoh2 yang sering terjadi di masyarakat. Mulai masalah aqiqoh, Mencukur rambut, memberi nama untuk sang bayi dengan nama yang baik, kalau bisa di ambilkan dari al-quran, tapi juga jangan karena mentang – mentang di ambilkan dari al-qur’an terus sembarang nama di berikan, jangan karena anaknya perempuan terus di kasih nama al baqoroh, beliau juga bercerita mengenai temannya yang mempunya nama sama dengan nama ummul qur’an al fatihah.

Hingga sampailah beliau menyampaikan satu hadis yang berbunyi, “Barang siapa dianugrahi anak kemudian ia azan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya, maka anak itu kelak tidak akan diganggu jin”. Agak ragu juga saya dengan hadits yang barusan di sampaikan, mengenai anjuran adzan di telinga bayi ketika baru di lahirkan memang terjadi khilaf (perbedaan), tetapi untuk hadits yang di sampaikan di atas ada yang menurutku janggal aja, sampai sampai di hadits itu di sebutkan adzan dan iqomah bisa menghindarkan dari gangguan jin. Ga mau larut dalam keraguan akhirnya saya mencari tahu mengenahi derajat hadits tersebut. Dan berikut adalaha hasil pencarian saya mengenai derajat hadits tersebut, insya allah ini saya dapat dari sumber yang terpercaya. Dari hasil pencarian saya terhadap derajat hadits tersebut, semua artikel menunjukkan bahwa hadits tersebut mengarah mendekati ke hadits maudhu’ bahkan termasuk ke hadits maudhu’ (palsu).

Hukum Adzan dan Qomat Pada Bayi Baru Lahir
Derajat Hadist Mengadzani Bayi Baru Lahir
Kritik Anjuran Adzan di Telinga Bayi

bahkan waktu itu juga terjadi perbincangan antar teman mengenai mengadzani bayi ini, bahkan salah satu teman malah ada yang bilang, “yang sunnah kok malah ga di sampaikan ya?” saya pun bertanya, “apa itu mas?”, “menetesakan madu”, katanya.  Saya pun bilang, “bukan madu kali mas, tapi hasil kunyahan kurma”. Sempat eyel – eyelan juga saya dengan dia, tapi ya sekedar eyel – eyelan becandaan aja, sampai ada temen yang menengahi, tp sambil bercanda, “Seandainya waktu itu ada pisang, mungkin yang di berikan pisang, jadi intinya itu di kasih buah”. Saya pun menimpali, “bukan buah, tapi yang manis manis, kalo buah masak bayi di kasih salak ya sepet”.. (dan kami pun tertawa bersama)

Tapi soal meberikan kunyahan kurma ke mulut bayi memang pernah saya baca, nama men-tahnik. Silakan langsung saja di baca di sumbernya, insya Allah bisa di percaya.

Menyambut Kehadiran Sang Buah Hati

Hadiah di Hari Lahir (1), Mengunyah Kurma (Tahnik) Ke Mulut Si Bayi

Baiklah, mungkin itu sekelumit informasi yang bisa saya sampaikan, mari teman – teman terus belajar, berilmu sebelum berkata dan beramal, begitupun juga dengan saya yg masih bodoh ini.

Comments

    • By Dian S. Prastowo

      Reply

      • By Vega

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>