Dan… Apakah kamu beruntung?

Beberapa hari yang lalu saya membaca status di Facebook mas Doni yang isi nya seperti ini :

Lucky is when you are surprised with what you get
You get it because you are ready for it, and waiting for the moment
You are ready because you have potentials
You have potentials because you fight for it

Mas Doni adalah temen kontrakan kakak saya waktu kuliah di Jogja yang kemudian dilanjut jadi teman kontrakan denga saya, saya tidak akan membahas lebih jauh siapa mas Doni… hihihihihi… Tp lebih kepada kata – kata yang dia tulis di Dinding MukaBuku nya.

Dari kata – kata itu bila di terjemahkan dalam Bahasa Indonesia artinya kurang lebih seperti berikut :

Beruntung adalah ketika kamu tekejut dengan apa yang kamu dapatkan
Kamu mendapatkannya karena kamu siap untuk itu dan menunggu waktu yang tepat
Kamu siap karena kamu mempunyai potensi untuk itu
Kamu mempunyai potensi karena kamu berjuang untuk itu.

Begitulah…

Ketika membaca itu saya jadi teringat dengan segala kesempatan yang pernah datang kepada saya baik yang akhirnya saya bisa memanfaatkannya atau cuma melewatkannya. Bahkan kejadian yang baru saya alami kembali mengingatkan pada kata – kata tersebut.

Sekitar awal tahun 2011, saat setengah jalan pengerjaan TA (Bukan TA nya yang udah selese 50%, tp waktu yang di berikan untuk mengerjakan TA udah kepake 1/2 dan tak kunjung memperlihatkan tanda tanda TA akan selesai) red: waktu yang di berikan untuk mengerjakan TA 2 Semester. Ada teman KKN saya yang tiba telpon menawari kerjaan yang di kerjaan itu ada hal yang sangat sangat saya suka, yaitu jalan – jalan. Waktu itu saya ditawari kerjaan untuk jadi pendamping trainer, ke luar jawa, pulau Kalimantan tepatnya, dengan iming – iming kerjaan yang tidak begitu berat tapi dapat gaji yang lumayan gede. Saat itu yang bener bener buat saya tertarik bukan karena gaji atau beban kerjaannya, tapi saya bisa jalan – jalan ke luar pulau jawa, naik pesawat, di bayarin pula. Jujur saja sampai tahun 2011 belum pernah yang namanya gimana ngrasain naik pesawat.

Estimasi waktu kerjaan yang ditawarkan sekitar 1 – 2 bulan, tapi apa mau dikata, tanggung jawab untuk menyelesaikan TA lebih kuat menahan saya untuk tidak beranjak dari Nagari Ngayogyakarta. Akhirnya kerjaan itu aku tawarkan kepada teman satu kos sekaligus teman satu angkatan dan satu jurusan yang saat itu kebetulan dia baru saja selesai pendadaran (artinya dia udah bebas). Jujur saja berat rasanya mau ngasih kerjaan ini ke orang lain, toh ini harusnya kesempatan saya, ini adalah jatah saya. Tapi agama saya mengajarkan, jika kita memberi maka kita akan mendapatkan yang lebih, yah siapa tau dengan saya bagi bagi rezeki ke orang lain, TA cepat kelar. ( Alhamdulillah TA kelar juga di penghujung masa berlaku pengerjaan, alias habis 1 tahun… hehehehe)

Satu kesempatan lewat karena tidak adanya kesiapan dari saya…

Kesempatan datang silih berganti, ketika saya tidak bisa memanfaatkannya selalu saja dengan alasan yang sama, saya belum siap.

Seperti saat sedang galau galau nya setelah pendadaran, karena status Maha segera dicabut dan naik level ke pengangguran, saat itu ada 2 pilihan yaitu lanjut s2 atau kerja. Tawaran s2 pun datang, tapi saya punya prinsip kalau mau lanjut s2 maka harus di biayai bukan dari kantong sendiri maupun ortu a.k.a di biayai oleh beasiswa, segala tahapannya saya lewati dengan… maaf… dengan kurang sungguh2… (karena jujur saya pun sebenarnya udah males untuk kuliah lagi…hehehehehe)… Karena saya tidak meperjuangkannya dengan sungguh sungguh, maka akhirnya dengan ikhlas saya serahkan jatah beasiswa itu untuk orang yang lebih sungguh ingin kuliah s2 (padahal emang ga lulus test… hahahahaha)

Hingga sampelah pada kejadian semalem, disaat badan udah setengah tidur notifikasi BBM ga berhenti henti, pasti ada sesuatu yang penting. Dan benar saja, semalem si bos nawarin kerjaan ngasih training QV dan SybaseIQ di salah satu Universitas yang ada di Sulawesi Tengah. Berangkat senin sore ini dan selasa harus sudah siap untuk ngasih training, dalam hati sih pengen berangkat, itung itung main ke Palu, soalnya kemarin saat keliling ke Indonesia Timur, Pulau Sulawesi hanya sempat menyinggahi Makassar dan Kendari. Lagi – lagi karena kabar begitu mendadak membuat saya tidak siap, lewatlah kesempatan ini. Saya kenal QV baru dalam kurun 5 bulan terakhir ini, kemarin sempet diikutkan trainig, tapi karena ada kerjaan yang lebih urgent, akhirnya training yang seharus 5 pertemuan saya ikuti, hanya bisa ikut 1 sesi full. Andai saja saya mempelajari QV lebih lagi dan juga dengan mengembangkan diri belajar database lain selain MySQL dan Oracle, tentunya ketika tawaran itu datang, maka jawaban yang ada hanya, “86 ndan, laksanakan”. :D

Yah, mungkin belum rezeki. Iya, belum rezeki, karena tidak ada kesiapan kita untuk menerima rezeki itu. Akhirnya saya berfikir, kadang ketika kita ingin itu ingin ini tapi tak kunjung dapat, mungkin bukan karena Allah ga mau kasih, tapi jangan – jangan emang kita nya yang belum siap, kita belum siap karena kita tidak pernah berusaha untuk menjadi siap.

Maka dulu ketika saya menulis laporan TA, salah satu motto saya adalah ini :

”Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”.(Q.S An Najm 39)

Kalau orang sukses bilang, “Kesuksesan itu datang ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.”

Kesiapan itu ada kalau kita memperjuangkannya. Maka perjuangkan keberuntunganmu.

Jadi, apakah kamu termasuk orang yang beruntung?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>