Pasar Buku Palasari Bandung

Tanggal 21 Juni besok rencana mau pulang kampung dulu, selain karena ada urusan yang sudah saya tangguhkan selama 3 bulan terkahir ini, juga mau datang ke nikahan sahabat, selain itu dijadwalkan tanggal 24 – 25 mau ada wawancara dengan assesor mengenai akreditasi kampus, yah kapan lagi bisa melakukan sesuatu untuk almamater…. hehehehe….

Ada sebuah ritual yang harus dilakukan ketika mau pulang, yaitu beli buku untuk 2 ponakan… klo sampai ga bawa buku, bisa – bisa sampai kampung bakal dimusuhin ma mereka, bakal ga dapat ciuman dari mereka berdua… klo kemarin kemarin pulang biasanya beli buku nya di jakarta, di gramedia matraman, atau klo ga,  pas mampir jogja dibeliin disana… berhubung kali ini ga ke jakarta dan ga akan mampir jogja dulu, alias langsung menuju solo balapan. Ya, beli buku nya di bandung…. Karena kali ini ada request khusus, yaitu suruh beliin majalah yang seperti dibeliin di shoping (Pusat Buku Bekas & Baru), Yogya… Walahh… repot juga, karena saya ga tau klo di bandung di mana bisa beli buku atau majalah2 bekas seperti yang di shoping. Akhirnya nanya temen di saranin ke Palasari, belum yakin akhirnya nanya temen yang lain, termasuk nanya ke bos… Nyaranin nya sama, yaitu ke Palasari.

Oke, tempat udah dapat, saatnya nyari rute.. dan google map cukuplah sebagai penolong….

Setelah seminggu ini Bandung di rundung mendung dan hujan, hari ini cukup cerah, sepertinya alam pun mendukung klo hari ini pas banget untuk jalan, karena ya cuma hari kesempatan untuk berburu majalah bekas buat ponakan.

Meluncur ke sana, dari daerah sukahaji dengan motor gak sampai 1/2 jam sudah sampai, sekilas ketika sampai di Palasari suasananya seperti Pusat Buku Bekas Belakang Sriwedari Solo, sempat pesimis juga, karena kios kios yang ada pinggir jalan hampir sebagian besar memampangkan buku buku baru…. Begitu turun, dan mengamati ternyata, kios nya ga hanya yang ada di pinggir jalan tapi di dalam juga masih ada, karena tujuannya mencari majalah bekas, sebelum ditanyai banyak penjual, saya tanyain terlebih dahulu, “klo mau cari majalah bekas untuk anak anak di mana?” di kasih tunjuk blok bagian ujung utara. Langsung aja meluncur ke sana… tanya tanya sama pedagang yang ada di sana, tak butuh waktu lama langsung terkumpul majalah anak anak berbagai macam, secara koleksi sih masih komplit yang di shoping jogja… kebanyakan majalah yang disodorkan adalah majalah cerita, padahal ponakan ku paling suka dengan majalah yang ada mewarnai, bikin kerajinan, terus mencari rute, pokoknya yang ada permainannya, contohnya seperti majalah mombi.

Tp gimana lagi, adanya cuma itu ya sudahlah… bungkusss….

Oh, iya klo soal harga…. hihihihihihi…. menurutku jatuhnya jadi bisa lebih murah dari pada beli di shoping, klo pinter nawar lho ya…. hehehehehe… ntah klo di shoping saya kalah pinter tawar menawar dengan pedagang di sana…

Klo soal tempat sih masih nyaman di shoping… (ya iyalah, secara shoping sudah direnovasi). Emang bener sih, menyusuri Palasari ini seperti meyusuri shoping seperti waktu belum dipugar…

* Oh, iya, sayang banyak kios yang tutup, mungkin karena hari minggu, atau emang sudah tidak ada pedagangnya ya….

Barang yang di cari sudah dapat, saat nya pulang, karena kalau lama lama di sana bisa berbahaya buat dompet…

Niatnya, pengen langsung aja keluar dari kepungan pedagang dan tumpukan buku buku, tapi apalah daya, diri ini adalah hamba yang lemah, satu dua pedagang sukses di lewati, tapi selanjutnya, berhenti juga, dan iseng – iseng nanya bukunya Ramadhan KH yang Otobiografi Soeharto, karena buku ini cukup susah nyarinya, niatnya biar ga ketemu dan ga perlu keluar kocek dari kantong…

Satu dua pedagang lewat, ketiga lewat, keempat kosong, kelima ngomong kalau bukunya Ramdhan KH emang susah, sampai akhirnya ada juga yang menyodorkan karya Ramadhan KH ini yang berjudul Rantau dan Renungan, karena bukan judul yang saya cari, tanpa wajah berdosa saya tolak tawaran itu, ketika sampai di tengah tengah lorong, saya sudah ga tanya soal buku soeharto lagi, saya memperluas kemungkinan, dengan menanyakan, “Ada buku nya Ramadhan KH kang?” dengan harapan bakal disodorin buku buku lama karya Ramadhan KH yang lain, eh ternyata ada jg yang nyodorin, karya biografi juga, cuman tokohnya kurang menarik, mungkin karena saya kurang mengenal tokoh itu, yaitu buku biografi : H. Priyatna Abdurrasyid – dari Cilampeni ke New York: mengikuti hati nurani.

Pengennya sih, klo ga ada biografi nya Soeharto, ya Biografi nya Ali Sadikin… dan pada akhirnya, setiap usaha pasti ada hasilnya meskipun hasilnya itu tidak ada hasil, kalau sudah jodoh emang ga kemana, tapi klo ga kemana mana, ya ga bakal ketemu. Cukup menyebutkan Ramadhan KH, sang pedagang lansung, menyambut dengan, “yang biografi Soeharto ya?”…. Hu um…

Langsunglah saya disodorkan Karya Ramadhan KH tersebut,

Gini lho, buku itu sebenarnya emang sudah lama saya cari, cuman karena ini sudah memasuki pertengahan bulan, sudah waktunya untuk mengencangkan resleting dompet…. tapi beginilah saya, ketika sudah menginginkan sesuatu, kemudian ketemu, saya suka dan saya sudah memutuskan untuk jatuh hati padanya, bodoh amat dengan esok hari, segala resiko akan saya hadapi…

Dan bisa di prediksi buku dengan ketebalan 4 cm, dan ini karya Ramadhan KH gitu lho… Meskipun ini buku lama, tapi harganya itu lho… masih bikin pikir pikir juga, tapi itu lah saya, saya ga akan tahu apakah buku itu bakal masih ada jika harus nunggu sampai bulan depan, mau ga mau dengan tawar menawar yang begitu sengit, hari ini juga buku itu harus saya dapatkan… akhirnya buku ini bisa saya bawa pulang dengan potongan harga sampai 50% dari harga awal yang ditawarkan.

Di satu sisi ada rasa bahagia, tapi di sisi lain kepikiran juga 2 minggu lagi saya makan bagaimana ya… hahahaha…. karena harga bukunya saya bayar dengan uang jatah makan  untuk 2 minggu ke depan… #tepokjidat….

Setelah dompet tinggal di huni oleh Tuanku Imam Bonjol dan Pattimura, mau apalagi klo tidak pulang, tapi bener…. pengen balik lagi ke tempat ini… untuk berburu buku buku lama lainnya… Saya menemukan shoping kedua… yeeahhhh….

Kenapa sih saya ngebet banget ma buku ini?

yang pertama : karena itu adalah buku karangan Ramadhan KH, yang kita tahu bahwa karyanya terkhusus untuk buku Biografi sudah tidak diragukan lagi, sudah banyak tokoh yang Biografinya dia tuliskan, seperti kisah cinta kisah cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno, Ali Sadikin, Hoegeng, Gobel, Adnan Buyung Nasution dan tokoh yang lainnya, bahkan denger denger Chairul Tanjung pun waktu mengeluarkan Biografinya, ingin penulisan buku biografinya begaya seperti karya karya Ramadhan KH.

yang kedua : jelas karena tokohnya, saya ingin lebih mengenal lagi sosok Soeharto ini, orang yang telah memimpin negara ini selama 32 Tahun, tapi kenapa negeri ini sekarang jd seperti ini, apa aja yang sebenarnya pernah dia lakukan, atau jangan jangan negeri ini rusak bukan karena dia, tapi justru oleh orang – orang yang berkuasa setelah lengsernya beliau.

So, akhirnya Sigit… Selamat Menikmati Jatah Makan Dua Minggu mu dalam buku berhalaman 599 ini… :D


Comments

  1. Reply

  2. By wahyudi

    Reply

    • By Dian S. Prastowo

      Reply

  3. By ucup

    Reply

  4. By caca

    Reply

    • By Dian S. Prastowo

      Reply

  5. By vicong

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>