Ini masih tentang juni

Hhmmm, tak terasa Juni telah berangsur pergi dan kini Juli berganti menghampiri. Mungkin ini adalah Juni yang paling nano nano yang pernah saya rasakan. Sejak memasuki Juni saya sudah dibikin galau dengan banyaknya undangan nikah dari teman SD, teman SMP, teman SMA, teman Kuliah sampai teman kerja, fiuuhhh, yakin hal ini yang paling membuat nyesek… hehehehehe..

Juni adalah bulan ku, dia lah yang selalu setia tiap tahun menemaniku melewati berkurang nya jatah umurku…

Kenapa mereka pada tega memakai “my month” untuk melakukan hal yang sangat membahagiakan buat mereka, kenapa? sungguh terlalu… (lebay…hahahahahaha)

Namun dari semua itu, Juni ini berakhir dengan senyuman kebahagiaan, seminggu sebelum habisnya bulan Juni, Allah masih mengizinkanku pulang dan sampai di kampung halaman dengan selamat, masih di izinkan untuk melihat kedua pahlawanku (bapak & ibu) dalam keadaan sehat, bisa bertemu dengan kakak, adik dan kedua ponakanku.

Dan lebih seru lagi, masih bisa berkumpul dengan kawan kawan SMA, saat mendatangi salah satu walimahan sahabat kita, kita masih saja tertawa saling bercerita, saling berbagi pengalaman selepas kita meninggalkan bangku kuliah dan lanjut dengan dunia kerja kita masing – masing, ada yang sudah punya anak yang cukup besar, ada yang sedang menunggu kelahiran…

Sungguh, moment moment seperti ini yang akan selalu saya rindukan… entah kapan lagi kita bisa dipertemukan kembali dalam suasana gelak tawa tentunya. Tinggal tunggu giliran siapa lagi dari sahabat kita yang akan menikah… mungkinkah saya? Aamiin..

Tak cukup sampai disitu, hari berikutnya saya sudah berada di Jogja (lagi)… iya, Jogja… Kota yang selalu saya rindukan… Kota yang selalu mempunyai keistimewaan di hati saya. Kota yang selalu bisa menghadirkan senyum…

Agenda yang sudah direncakan sebelumnya, yaitu menemui assesor untuk keperluan akreditasi kampus, sudah bisa di duga di forum itu akan ketemu dengan teman teman, baik yang sama – sama alumni maupun yang masih mahasiswa. Sungguh bahagia ketika bisa menemui mereka, rasa senang muncul ketika mendapati adik angkatan masih saja ingat dan bercanda.

Overall, ada hal yang sungguh sangat istimewa bagiku, sesuatu yang membuat Jogja semakin istimewa bagiku, senyuman yang sangat sangat aku rindukan, hampir 1 tahun saya tak mendapati senyuman itu, meskipun saya sudah beberapa kali main ke jogja dalam 1 tahun terakhir.

Senyuman yang bisa membuat ketenangan ku hilang dalam sekejap… Senyuman yang menggoreskan bahagia bahkan sampai sekarang belum hilang wanginya… Benar kata orang, untuk mendapatkan kebahagiaan tak perlu kamu memiliki sumber bahagia, cukup dengan kamu melihatnya, maka kebahagiaan itu kan kamu dapat.

Mumpung lagi di Jogja saya sempat kan main ke kakak sepupu di daerah ngaglik, sembari nengok calo ponakan yang di prediksi awal bulan ini lahir ke dunia, nengok in adik sepupu yang kuliah di UMY.

Seperti tak mau melewatkan kesempatan, sebanyak mungkin saya agendakan untuk ketemu teman teman yang masih di Jogja, hanya untuk sekedar duduk bersama, bercerita semau kita sambil menikmati indahnya malam Jogja.

Silaturahmi pun ternyata juga bisa menghadirkan bahagia.

Dan akhirnya hari ini, saya harus kembali ke rutinitas…

Waktu begitu cepat berlalu, semoga saya tidak termasuk orang yang berdiam diri…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>