Pantai Ngrenehan, Bukan Pantainya yang Membuat Kami Kembali

Ketidakpuasan kami terhadap olahan seafood yang kami makan di pantai selalu membuat kami ¬†membicarakan lagi pantai ngrenehan, sampai saat ini hanya di sana lah olahan seafood yang sepakat kami anggap paling maknyuss, jos gandosss… Bahkan di Pantai Depok Yogyakarta tempat yang paling terkenal untuk menikmati makanan laut, justru kami anggap masakannya paling ga enak yang pernah kami coba, mungkin salah warung atau gimana, yang jelas sudah hilang minat kami untuk mencoba makan lagi di Pantai Depok.

Bentar… ini dari tadi kok menyebut kami kami, emang siapa kami itu… Oke, perkenalkan lagi, kami ini adalah kelompok UIN Suka Suka, anak Teknik Informatika Angkatan 2006 UIN Suna Kalijaga Yogyakarta yang suka jalan jalan, seneng seneng dan foya foya… nghahahaha

Anggota kami yang dulu mencapai ribuan… halahhh… yang dulu ketika kita jalan bisa sampai puluhan anak, kemarin itu adalah jalan jalan kami dengan personel paling sedikit yang pernah ada, cuma 4 orang… Sudah banyak teman teman yang kembali ke kampung halaman, atau bekerja di luar jogja, yang ada di Jogja pun sudah banyak yang menikah. Jadi boleh dibilang yang kemarin pergi ini jelas pria single dan selo… hahahaha…

Kembali lagi soal ngrenehan…

Pantai ini kami temukan pertengahan tahun 2009, kisahnya bisa dibaca di sini. Dan kemarin itu adalah untuk ke-4 kali nya kami lagi lagi mengunjungi pantai ini, bukan karena pantai nya (pantai juga indah lho) tapi lebih kepada urusan perut. Apa yang membuat kami memutuskan kembali lagi, dua bulan yang lalu kami sempat mengunjungi Pantai Pok Tunggal dan sempat makan di sana juga, masakannya sih tidak mengecewakan seperti di Pantai Depok, tapi tidak cukup memuaskan kami yang berujung keluarnya celetukan, “Sepertinya emang kita butuh balik lagi ke ngrenehan, biar lebih marem(mantap)”. Direncankanlah pertengahan februari kemarin, cuma karena saya belum bisa pulang (posisi saya sekarang bekerja di Kota Bandung), agenda akhirnya mundur sampai saya kembali pulang, dan tanggal 1 maret kemarin akhirnya rencana terwujudkan.

Setelah terakhir tahun 2011 mengunjungi pantai ini, tak cukup banyak perubahan dengan pantai ini, meskipun ada beberapa yang telah berubah, jalanan menuju ke sana sekarang lebih halus dengan papan petunjuk jalan yang lebih jelas, pintu gerbang masuk yang sudah direnovasi, pelataran ngrenehan yang sudah dipaving dan mushola yang dulu tak terawat sekarang sudah nampak rapi dengan cat dan lantai keramik yang masih baru.

Tak perlu lama lama, setelah memarkir motor kami langsung menuju tempat penjualan ikan, berharap ada udang, karena penduduk laut yang satu ini yang menjadi favorit kami, harga belum beranjak jauh dari harga terakahir, seingat saya awal nemu tempat ini 1Kg udang harganya 40 ribu, untuk kemudian beberapa kali berikutnya harganya ada dikisaran 50-60ribu/Kg klo ga salah inget, dan kemarin kami masih mendapati harga udang 1Kg masih 60ribu, selain udang, kami juga beli cumi-cumi 1/2Kg, per kilo nya kemarin dikasih harga 40ribu, dan beli ikan entah apa namanya, yang beli teman saya, saya ga begitu minat sama ikan soalnya. Setelah transaksi selese, kami bawa udang dan ikan untuk dimasak, oh iya saya ingatkan lagi, jadi di tempat penjualan ikan itu juga menyediakan jasa untuk memasak makanan laut kita, dihargai 5000 rupiah untuk setiap model masakan, tapi lagi lagi saya sarankan untuk memasaknya di warung saja, untuk mendapatkan cita rasa dan masakan yang sempurna, top markotop, jos gandoss, maknyuusss…

Untuk warung nya sendiri ada 2 tempat yang pernah kami coba, sebelah kanan dan kiri pelataran yang deket dengan jalan masuk, dua dua nya menurut kami enak, cuma lebih enak emang yang sebelah kanan pelataran. Cuma situ sering ramai dengan nelayan nelayan yang habis melaut untuk sekedar makan, minum dan ngobrol ngobrol. Akhirnya kemarin kita pilih yang disebelah kiri pelataran, dengan 1/2 Kg udang dimasak goreng tepung, 1/2 Kg udang dimasak asam pedas, 1/2 Kg cumi dimasak cabe hijau sedangkan ikan nya dibakar.

 

Sembari menunggu masakan selesai, kami liat liat ke pantai, seperti tak ada yang berubah. ¬†Barisan perahu nelayan terpakir rapi disana, beberapa nelayan ada yang masih membereskan peralatan setelah semalam mencari ikan, dan beberapa anak muda yang sedang memadu kasih. Suasana syahdu, angin sepoi sepoi, tenang, nyaman… hhhmmmm… Nikmat mana lagi yang bisa kamu dustakan, begitu indah nya alam Indonesia ini…

 

* Mohon maaf saya tidak bisa menampilkan hasil masakan yang kami pesan, dikarenakan microSD yang saya gunakan corrupt… :’(

Comments

  1. Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>