Lesson4Today : Berpikir positif saja, ternyata tidak cukup

Dulu saya adalah orang yang khawatiran, berpikir “jangan jangan” terhadap apapun itu yang selalu berhubungan dengan komitmen atau tanggung jawab. Lebih lebih terhadap tanggung jawab yang di amanahkan terhadap seseorang.

Maka dari itu di beberapa kesempatan bahkan sampai tahun tahun kemaren saya selalu lebih memilih untuk tidak menempati posisi leader adalam organisasi, team atau yang berhubungan dengan “me manage orang”, karena saya akan begitu rewel terhadap tanggung jawab yang kemudian saya delegasikan kepada orang orang / team yang lain. Seakan akan saya seperti mengintimidasi dengan selalu mengingatkan soal “tanggung jawab” itu ke team, bukan karena ga percaya, tapi lebih kepada kontrol bahwa apa yang saya sampaikan / saya tugaskan kepada mereka berjalan dengan baik. Tapi kemudian setelah mencoba me-refleksi diri kok kayaknya, ini hanya asumsi saya saja sih, bahwa seakan akan kerewelam saya itu seperti menjustifikasi bahwa saya tidak percaya dengan team / orang lain yang diberikan amanah, seolah olah meng-underestimate terhadap kecakapan mereka atas tanggung jawab yang telah diberikan. Seakan akan “Hey, gue udah tahu tanggung jawab gue, kok loe nanyain mulu, loe ga ga percaya ma gue?”

Hingga kemudian saya putuskan untuk menghilangkan kebiasan rewel saya, ada kejanggalan juga sih rasanya, seakan akan saya jadi abai aja, Tapi kan kata orang orang suruh berpikir positif, ya udah jalanin aja. Jadi kemudian saya memakai pembenaran “berpikir positif” ini untuk menyemukan rasa janggal itu. Dan benar saja akhirnya apa yang saya khawatirkan kejadian juga, bahwa pikiran positif saya terhadap orang lain, bisa jadi salah. Yang saya kira orang lain sudah aware terhadap sesuatu ternyata, karena tidak ada komunikasi / kontrol ternyata kelewat / jadi abai. Intinya ternyata berpikir positif bahwa setiap orang itu aware terhadap tanggung jawab masing masing tidak cukup, kita harus konfirmasi atau ada komunikasi sehingga ada tindakan preventif.

Jadi berpikir rasa khawatir, berpikir “jangan jangan” atau meng-underestimate orang itu juga perlu… hahahahahahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>