Konfigurasi VirtualHosts menggunakan XAMPP di Mac Book

Seminggu yang lalu saya memutuskan untuk mengganti piranti kerja saya ke Mac setelah sekian lama menjadi pengguna windows, bukan tanpa alasan karena selain “gengsi” (alasan yang ini mohon diabaikan… hahahaha), beberapa bulan ini saya memutuskan untuk mengekspansi kemampuan programming saya ke iOS Developer, setelah 2 tahun lebih menekuni bidang front-end developer. Alhamdulillah meskipun dibayar dengan kredit 3 hari setelah pemesanan datang juga perangkat saya menggantikan perangkat lama saya Samsung Ultrabook.

Migrasi data butuh waktu  2 harian, meskipun total jam yang dibutuhkan tidak sampai 2 x 24 jam. Selain mindahin data, tak lupa juga saya persiapkan semua environtment yang saya butuhkan selama ini untuk develop software. XAMPP adalah termasuk salah satu aplikasi yang saya butuhkan, karena selama ini beberapa kerjaan web saya jalankan menggunakan XAMPP dan belum mau beralih dari dia. Selain itu beberapa kerjaan WordPress juga saya jalankan menggunakan XAMPP. Dan sayangnya, saya tidak suka menaruh semua aplikasi yang saya develop di folder htdocs bawaan XAMPP, saya lebih suka mengelompokkan proyek yang sedang saya kerjakan dalam satu directory yang bernama projects, apapun code yang digunakan saya kelompokkan dalam folder itu. Untuk ilustrasi nya pernah saya post di artikel sebelum nya, check this out.

Maka solusi untuk kerjaan web yang saya kerjakan ya menggunakan virtual host, selain karena bisa bekerja dengan direktori dimanapun letaknya, juga karena saya lebih seneng mengakses proyek saya dengan nama nya, misal “proyekini.dev” daripada “localhost/proyekini”

So, langsung aja berikut langkah langkah konfigurasi VirtualHosts di Mac

Enable VirtualHosts / Mengaktifkan VirtualHosts

Pertama yang dilakukan adalah buka file http.conf, lokasinya ada di /Applications/XAMPP/xamppfiles/etc/httpd.conf buka file ini degan text editor yang kamu punya (saya sih pake sublime). Kemudian cari baris dengan text seperti berikut

# Virtual hosts
#Include /Applications/XAMPP/etc/extra/httpd-vhosts.conf

untuk mengkatifkan virtualhosts, maka hapus comment tanda pagar (#) yanga ada didepan include.

# Virtual hosts
Include /Applications/XAMPP/etc/extra/httpd-vhosts.conf

Create your VirtualHosts / Bikin VirtualHosts

Buka file httpd-vhosts.conf, lokasinya ada di /Applications/XAMPP/xamppfiles/etc/extra/httpd-vhosts.conf. Di dalam file tersebut sudah ada contoh konfigurasi VirtualHosts, bisa kamu hapus atau dicomment aja.
Tambahkan script berikut dibaris bawah, untuk menjadikan “localhost” sebagai default VirtualHosts nya.

<VirtualHost *:80>
DocumentRoot “/Applications/XAMPP/xamppfiles/htdocs/”
ServerName localhost
<Directory “/Applications/XAMPP/xamppfiles/htdocs/”>
Options Indexes FollowSymLinks Includes ExecCGI
Allow From All
Require all granted
</Directory>
ErrorLog “logs/localhost-error_log”
</VirtualHost>

ini saya butuhkan, karena saya masih mengakses phpmyadmin lewat http://localhost/phpmyadmin (hehehehehe)
Next step, silicon bikin setting VirtualHosts mu sendiri, sebagai contoh saja ini konfigurasi VirtualHosts saya

<VirtualHost *:80>
DocumentRoot “/Volumes/Macintosh HD 2/Projects/wordpress”
ServerName wordpress.dev
ServerAlias wordpress.dev *wordpress.dev
<Directory “/Volumes/Macintosh HD 2/Projects/wordpress”>
Options Indexes FollowSymLinks Includes ExecCGI
Allow From All
Require all granted
AllowOverride All
</Directory>
ErrorLog “logs/wordpress.dev-error_log”
</VirtualHost>

Karena lokasi folder proyek saya ada di partisi yang berbeda denga system, jadi konfigurasi nya seperti itu.

Edit your hosts file / Tambah hostname

Konfigurasi VirtualHosts saya yang di atas menggunakan hostname “wordpress.dev”, jadi saya harus menambahkan hostname tersebut ke file hosts.

Kamu bisa edit file hosts melalui terminal dengan command

sudo nano /etc/hosts

atau menggunakan text editor, caranya buka finder, pilih menu GO > Go to Folder terus masukkan path berikut /private/etc/hosts

Saya sih lebih suka menggunakan text editor, masih belum terbiasa kalau harus lewat console. hihihihihi

Setelah file terbuka, tambahkan

127.0.0.1 wordpress.dev

Simpan, setelah itu restart apache server nya.

403 error

Karena apache secara default berjalan dengan user bawaan, maka kita perlu menambahkan user untuk mendapat permission mengakses folder yang kita arahkan tadi. Untuk tambah user buka lagi file httpd.conf kemudian cari saja User/Group kemudian tambahkan user yang kamu digunakan di baris bawah user dan group yang sudah ada.

# User/Group: The name (or #number) of the user/group to run httpd as.
# It is usually good practice to create a dedicated user and group for
# running httpd, as with most system services.
#
User daemon
Group daemon
User yourusername

Simpan dan kemudian restart lagi apache server nya.

Dan… taraaaaa… selamat menikmati

Comments

  1. By abdul Jalil

    Reply

    • By Dian S. Prastowo

      Reply

    • By Ivan Bagus Pinuntun

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>