Nyobain Taksi Uber

Ceritanya tadi ada acara dadakan meeting ke BI jabar, karena yang berkewajiban sedang pulang kampung, maka saya diikutkan untuk cadangan jika nanti pas launching produk tidak ada yang bisa datang karena agenda lain. Jadilah berangkat kami bertiga ke BI, kali ini kami nyobain menggunakan armada taksi uber. Sebenarnya yang punya ide naik taksi uber mas Alfin, sekalian nyobain layanan taksi uber dan nyobain aplikasi nya si uber, saya sendiri baru tahu kalau Uber ternyata sudah masuk ke Bandung. Secara praktis, yang merasakan interaksi aplikasi uber mas alfin. Saya sendiri hanya ikut merasakan kendaraannya, sambil mendengarkan obrolan mas alfin dengan sopir taksi uber ini.

Sedikit cerita dari mas alfin, jadi kenapa tadi nyobain taksi uber karena masih dapat promo, jadi haratis a.k.a gratis. Mulai dari pesan taksi, di aplikasi sudah kelihatan armada uber ini sedang beredar dimana saja. Nah pas pesan, maka armada terdekat dan yang tentunya available maka akan kelihatan menuju pickup point dan ada estimasi berapa lama bakal sampai di pickup point. Ini sebenarnya mirip aplikasi yang ada di blue bird, cuma setahu saya blue bird masih di handle oleh service center yang kemudian diteruskan ke taksi, nah klo uber ini all by system, kecuali soal komunikasi antara pelanggan dengan sopir taksinya. Nah, dari sisi sopir taksi dia tadi cerita, jadi ketika ada yang pesan dan taksi nya sedang available maka ada notifikasi masuk. Untuk merespon notifikasi tadi, sopir bisa merespon via aplikasi atau sms atau telpon.

Saya mikirnya, nih taksi bakal ada argo nya macam taksi biasanya, pas tak cari cari yang ada hanya ada satu buah mobile phone dengan aplikasi uber yang sudah terbuka. Ketika berangkat dari pickup point menuju tempat tujuan, sang sopir harus menekan tombol untuk merubah status taksi on trip (perjalanan dimulai) dan begitu sampai tujuan sopir harus menekan tombol lagi untuk merubah status bahwa perjalan telah selesai. Saya sendiri ini bayarnya gimana, karena setelah nyampe ya kita keluar aja tanpa ada transaksi. Pas nanya ke mas Alfin, ternyta payment system nya menggunakan kartu kredit, sementara ini yang bisa menikmati layanan taksi uber yang punya kartu kredit. Lalu bagaimana sistem billing nya, saya sendiri kurang tahu, mungkin aja di hitung jarak antara titik koordinat berangkat dan titik koordinat sampai dan berapa lama perjalanan. Setelah status perjalanan selesai, secara otomatis sistem akan mengambil bayaran dari kartu kredit kita.

Nah, ada hal yang kemudian mengingatkan saya sama sharing nya pak Kemas Antonius, Product Manager Baidu Indonesia di BCCF senin kemaren. Salah satu point yang beliau sampaikan ketika bangun aplikasi dan kemudian ingin bisa menghasilkan uang dari aplikasi yang kita bikin adalah bagimana pintar pintar nya kita mensiasati kondisi infrastruktur jaringan internet di negara kita. Jangan terlalu berharap dengan kondisi jaringan intenet kita, maksudnya kalau bikin aplikasi dan kemudian butuh akses internet dalam proses nya maka dibikin sekecil mungkin data yang lewat. Dan sebenarnya beberapa produk aplikasi mobile yang kami bikin di BIG IO pun juga punya kendala dengan ketersediaan jaringan internet ini. Akhirnya beberapa kami akali dengan sistem sinkronisasi, simpan di lokal sementara, kemudian upload data ketika jaringan internet tersedia. Nah, tentunya bakal payah jika kemudian proses nya butuh real time seperti sistem nya uber ini, jadi cerita nya tadi setelah sampai di BI sopir menekan tombol untuk menghentikan perjalanan, tapi gagal mulu karena “tejadi error jaringan”, padahal selama proses penghentian perjalanan tersebut tidak tersubmit ke server, maka selama itu pula tentunya billing / argo belum berhenti. Akhirnya, yang tadi nya pelanggan pengennya semua serba cepat, karena begitu sampai tidak perlu lagi ada transaksi, harus menunggu sampai benar benar aplikasi berhasil submit data ke server (menghentikan perjalanan).

Oh iya, soal armada yang dipakai tadi yang kami tumpangi adalah Avanza dan APV, dua dua nya cukup nyaman, dan sopirnya juga cukup ramah untuk diajak ngobrol. Jadi kepikiran untuk ikut investasi mobil untuk dijadikan taksi uber ini.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>