Bersama Siapa Engkau Safar

Dalam sebuah kajian saya pernah mendengar, engkau tidak akan benar benar mengenal seseorang sampai kemudian engka melakukan safar dengannya. Dalam kajian tersebut disampaikan kurang lebih seperti berikut

Sebagian ulama berpendapat bahwa safar/bepergian dinamakan dengan istilah safar karena dengan bersafar terbukalah/jelaslah akhlak seseorang. Karena sesungguhnya kita tidaklah dapat benar-benar mengenal akhlak dan baiknya budi pekerti kebanyakan orang kecuali jika kita sudah pernah safar bersamanya. Merupakan kebiasaan sebagian hakim di jaman salaf dulu apabila ada seseorang yang mengklaim/menilai/bersaksi atas baik seseorang lainnya maka mereka terlebih dahulu bertanya ‘apakah anda sudah pernah safar bersamanya?’ jika orang tersebut mengatakan, ‘belum’ maka ditanyakan padanya ‘apakah anda mengenalnya ?’ jika dia menjawab, ‘tidak’. Maka mereka akan mengatakan, ‘kalau begitu anda tidak benar-benar mengenal di si falan tersebut (sehingga persaksian anda atas dirinya tidak dapat diterima –ed.)’.

Hari sabtu kemaren saya bersama dua sahabat saya, melakukan safar untuk menghadiri pernikahan sahabat kami di kebumen, kami bertiga naik mobil salah satu teman. Kami berangkat pukul 1/2 7 pagi dari Jogja,  sambil mendengarkan kajian yang diputar, kami selingi obrolan, karena ini mau mendatangi pernikahan, maka yang dibicarakan selama perjalanan tidak jauh dari yang nama jodoh, dari kami bertiga alhamdulillah yang sudah menikah satu orang, dan sisa nya masih jomblo. Teman yang lagi nyetir, tiba tiba menanyakan kita ga mampir ke pom bensin dulu gitu? Ya mampir saja klo ada hajat yang perlu dilakukan.

Waktu sudah menunjukkan kurang lebih pukul 09.00 pagi, kira kira kami baru samapi di penghujung purworejo, mampirlah kita ke salah satu pom bensin. Selesai dengan keperluan hajat masing masing, saya dengan salah satu teman kemudian menunggu sambil mengobrol, kemudan teman saya ini pergi ke arah mushola, saya lihat di sana sudah ada sandal teman saya yang satu lagi. Saya pun ikut menyusul, Masya Allah kedua teman saya ini sedang melaksanakan sholat duha. Maka sungguh nikmat mana lagi yang bisa kita dustakan, ketika Allah datangkan teman teman yang selalu mengajak, memberi contoh, dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Dan kehidupan ini pun adalah sebuah perjalanan, perjalanan menuju akhirat, yang waktu dan jauhnya kita tidak pernah tahu. Maka dengan siapa engkau akan bersafar?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>