Pindah Tugas

Setelah 34 tahun mengabdikan hidupnya untuk menjadi seorang guru, di waktu pensiunnya kini yang seharusnya bisa memberi ruang untuk lebih bisa menikmati hari tua, tapi ternyata tidak seperti itu, justru amanah baru kembali menghampiri ibu, setelah 10 tahun terakhir mengemban jabatan sebagai ketua dikdasmen (Pedidikan Dasar dan Menengah), Pengurus Cabang Aisyiah (Tingkat Kecamatan). Kini ibu harus mengemban amanah yang lebih luas lagi cakupannya, jabatan sebagai Ketua Bidang Tabligh Aisyiah tingkat kabupaten, sebuah amanah yang tentunya lebih berat, apalagi mobilitas ibu yang sudah tidak segesit dulu.


Tapi ternyata tidak seperti yang saya bayangkan, bahkan organisasi yang lebih banyak didominasi oleh ibu ibu ini ternyata cukup mengikuti perkembangan teknologi. Panntesan kok sejak sesampainya saya di rumah waktu mudik lebaran kemaren, ibu kok tiba tiba nanya nanya tentang Group Whatsapp, setelah dijelaskan dikit, beliau langsung bertanya, “Klo hp ku itu ga bisa ya buat WA?”, sambil tersenyum saya jawab, “Ya, ga bisa tho”, terus ibu tanya lagi, “Lha yang bisa seperti apa, klo kayak punya mu itu bisa?”, sambil mikir, ini ibu kenapa kok kayak penasaran banget sama WA kenapa ya, langsung saya tanya lagi, “Emang kenapa bu?”, baru setelah itu ibu cerita tentang amanah baru nya yang dia emban, ternyata untuk koordinasi program kerja, para ibu ibu di aisyiah ini sudah menggunakan group WA.

Terus ibu cerita juga, klo dapat “lungsuran” (hibah) hp bekas dari bullik saya yang di Kudus, berharapnya sih bisa digunakan untuk WA itu. Dulu memang pernah bisa digunakan untuk WA, dulu banget tapi, karena WA sudah beberapa kali melakukan update, maka Operating System HP nokia bulik saya ini sudah tidak disupport lagi oleh WhatsApp yang artinya handphone “lungsuran” dari bulik saya ini tidak bisa lagi diinstall WA.

Meski ibu tidak menampakkan kekecewaan nya, tapi saya merasakan kekecewaan itu, langsung saat itu juga saya ngomong, “Klo hp bulik ga bisa, nanti ibu pake hp saya aja”. Tidak langsung mengiyakan, ibu bertanya balik “Lha kamu nanti pake apa?”. Saya jawab aja, “Tenang bu, nanti klo ada rejeki saya beli lagi, toh ini juga masih ada hp “kantor”  yang bisa saya pake (cicilannya belum lunas…hehehehe), doakan saja”.

Dan akhirnya saat nya si MI pindah tugas. Kini ibu sedang asyik belajar menggunakan smartphone, mencoba berinteraksi dengan handphone yang penggunaannya cukup jauh berbeda dengan yang digunakan selama ini. Berharap saja setelah bisa menggunakan smartphone, ibu tidak minta dibikinkan akun facebook. Hihihihihi.

Baik baik ya MI bantuin ibu menjalankan tugas nya.

Hampir 2 tahun MI membantu saya. Selama 4 tahun terkahir, saya paling puas menggunakan Xiaomi Redmi 1 S ini, hp nya tahan banting, entah sudah tidak terhitung lagi berapa kali dia terjatuh, dan tidak ada cidera yang cukup berarti, puncaknya waktu di acara Hackathon Merdeke 2.0 Oktober tahun 2015 kemaren si MI terkapar dengan posisi tengkurep, bunyi jatuhnya terasa sangat menyakitkan, dan akhirnya mengharuskan ganti LCD Screen nya karena mati 80%. Selebih nya, selain hp ini tahan banting, dari fiturnya, performance nya overall saya cukup puas, terlebih UI dan Camera nya, dibandingkan dengan 3 hp android saya sebelumnya (Huawei, LG dan Samsung), dengan harga yang lebih murah dari ketiga hp tersebut.

 

Comments

  1. By dewi rosdiani

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>